Titimangsa

Tentang Titimangsa

Titimangsa Foundation adalah yayasan nirlaba yang dibentuk Happy Salma pada Oktober 2007. Titimangsa bergerak di bidang budaya khususnya seni pertunjukan. Titimangsa sendiri artinya adalah terjadi pada waktu yang tepat. Pada prosesnya, Titimangsa telah menghasilkan beberapa karya pertunjukan maupun literatur yang patut diperhitungkan di kancah nasional.

Kegiatan Titimangsa Foundation antara lain:

  • Keliling Sastra 10 SMU di Jakarta (2006)
  • Keliling Sastra di beberapa kota di Indonesia seperti Jogjakarta, Sumbawa, Jepara, Jambi, Kupang, Solo, Semarang, Jakarta, dengan tujuan untuk menggelorakan kembali kesukaan anak-anak muda pada sastra (2007 – 2009)
  • Pentas teater “Ronggeng Dukuh Paruk” yang diadaptasi dari novel “Ronggeng Dukuh Paruk” karya Ahmad Tohari yang dipentaskan di Amsterdam, Bern Swiss dan Teater Kecil Taman Ismail Marzuki (2009)
  • Pementasan teater “Hanya Salju dan Pisau Batu” karya Happy Salma dan Pidi Baiq yang dipentaskan di Teater Kecil TIM (2010)
  • Pementasan teater “Monolog Inggit” karya penulis naskah Ahda Imran dan sutradara Wawan
  • Sofwan yang diadaptasi dari novel “Kuantar Ke Gerbang” karya Ramadhan KH yang dipentaskan beberapa kali di Jakarta dan Bandung (2011 – 2014)
  • Teater musikal “Wayang Orang Rock Ekalaya” yang dipentaskan di Jakarta (2014)
  • Parade monolog 8 perempuan bertajuk “Aku Perempuan” yang dipentaskan dalam rangka memperingati Hari Kartini di Galeri Indonesia Kaya (2014)
  • Teater “Monolog 3 Perempuan” yang dipentaskan sebagai bentuk apresiasi terhadap sastra Indonesia (Galeri Indonesia Kaya, 2014)
  • Teater “Kisah 3 Titik” (2016)
  • Teater “Sukreni Gadis Bali” (2016)
  • Pementasan “Putri Panasonic” dalam rangka peluncuran produk baru yang dipentaskan di Jakarta, Bandung, Yogyakarta dan Surabaya (2016)
  • Teater “Roos van Tjikembang: Fragmen dari karya Kwee Tek Hoay” (2017)
  • Pementasan teater bertajuk “Bunga Penutup Abad” yang diadaptasi dari novel karya Pramoedya Ananta Toer di Gedung Kesenian Jakarta (2016) dan Taman Budaya Jawa Barat, Bandung (2017)
  • Menerbitkan buku biografi kreatif “The Warrior Daughter: The Creative Biography of Desak Nyoman Suarti” seniman perak dari Bali (2015)
  • Memproduksi film pendek “Kamis Ke-300” (2013) yang pada tahun 2014 mendapatkan kesempatan screening di Belanda dalam ajang Cinemasia Film Festival 2014, dan mendapatkan dukungan dari Hivos untuk screening di Jakarta, Bandung dan Malang.