Titimangsa

Peluncuran Buku “Jais Darga Namaku”


Dengan latar belakang kehidupan keluarga menak Sunda, dunia anak muda kota Bandung periode 1970 an hingga bisnis seni rupa di Paris, London, Amsterdam, New York, Singapura dan Hongkong, buku ini mengisahkan perjalanan hidup seorang perempuan Indonesia dengan seluruh ambisinya. Ambisi yang membuatnya dikenal sebagai Jais Darga atau Madam Darga, seorang art dealer International di Paris. Ambisi yang membuat Jais Darga terus mengembara ke banyak negeri jauh, sehingga ia tak bisa lagi membedakan apakah ia sedang ‘Pergi’ atau ‘Pulang’. Otobiografi (As told to) yang disajikan dengan teknik prosa ini tak hanya berkisah perihal Jais Darga. Tapi mengisahkan pergulatan hidup seorang perempuan, seorang anak, seorang istri dan ibu. Berbaur dengan ambisi dan pergulatannya dalam dunia bisnis, ada banyak lapisan kisah yang tersimpan. Kisah perempuan dalam kesepiannya, kegelisahannya, kesakitan, penghianatan, dan penghinaan. Seluruh lapisan kisah berpusat pada ambisi serta pergulatannya mempertahankan kedaulatan dirinya. Bukan dalam dunia bisnis belaka, tapi juga terhadap kuasa lelaki. Termasuk kedaulatannya atas tubuh dan bagaimana kuasa itu dihadapinya, seperti dikatakan Jais Darga, “Aku tidak merasa dilahirkan sebagai perempuan, tapi terpilih sebagai perempuan.”

 

Setelah lebih dari 30 tahun menaklukkan kubu-kubu seni di berbagai kota besar dunia, Jais Darga seorang art dealer perempuan pertama Indonesia, membagikan kisahnya dalam sebuah buku otobiografi, ‘Jais Darga Namaku’. Buku yang mengisahkan seluruh perjalanan hidup seorang Jais Darga sejak lahir hingga akhirnya merasakan manisnya kesuksesan. Buku ini ditulis oleh seorang penyair, Ahda Imran.

 

Secara kemasan event, Titimangsa Foundation mencoba membuat acara peluncuran buku dan perayaan ulang tahun ini sebagai acara reriungan atau kumpul-kumpul bersama para sahabat yang menjadi saksi mata dari perjalanan hidup seorang Jais Darga yang telah banyak memberi inspirasi pada khalayak akan kesuksesan sebagai art dealer. Gagasan di balik peluncuran buku otobiografi ‘Jais Darga Namaku dapat dikemukakan dikarenakan para sahabat yang menjadi saksi  mata dari perjalanan hidupnya dan selalu memberi inspirasi padanya.