Titimangsa

CITRARESMI


Tahun 1357 M. Di Kawali, pusat dari Kerajaan Sunda. Ada seorang Putri yang bernama Citraresmi. Citraresmi, sebagai putri dari Kerajaan Sunda, berangkat bersama rombongan Kerajaan, didampingi ayahnya Maharaja Prabu Linggabuana dan ibunya Ratu Laralinsing, untuk melangsungkan perkawinan dengan Raja Hayam Wuruk dari Kerajaan Majapahit yang melamarnya. Tapi sesampainya mereka di Bubat tak ada sambutan dari sang peminang, malah Patih Gajah Mada, meminta Kerajaan Galuh menyerahkan Citraresmi sebagai upeti.

Maharaja Prabu Linggabuana tidak terima. Dia memilih untuk berperang dengan pasukan seadanya, tanpa persenjataan yang lengkap, sebab hanya berniat mengantar calon pengantin. Prabu Linggabuana memilih bertempur sampai tumpur daripada harus tunduk kepada Kerajaan Majapahit. Prabu Linggabuana beserta seluruh rombongan akhirnya gugur di medan Bubat.

Lalu Citraresmi? Citraresmi, perempuan yang saat itu nasibnya berada di ujung tanduk, tidak merasa harus tunduk pada keinginan Gajah Mada. Citraresmi menunjukkan sikapnya sebagai seorang perempuan sejati. Dia menghunus patremnya, membunuh dirinya sendiri. Citraresmi tidak ingin takluk pada kenyataan, bahwa dirinya hanya sebuah persembahan. Citraresmi tetap menjunjung tinggi kehormatan Kerajaan Sunda, meski dengan menyerahkan dirinya pada kematian.

TIM KERJA

Produser : Happy Salma
Sutradara : Wawan Sofwan
Pemain : Maudy Koesnaedi
Penta Artistik : Joko Avianto
Penta Musik : Iman Ulle
Penata Cahaya : Deden Jalaludin Bulqini
Penata Kostum : Deden Siswanto
Penata Gerak : Rachmayati Nilakusumah
Stage Manager : Dasep Sumardjani
Pimpanan Produksi : Pradetya Novitri

WAKTU DAN TEMPAT

1 November 2017

NuArt Sculpture Park

Jl. Setraduta Raya No L 6, Ciwaruga, Bandung