Titimangsa

Monolog 3 Perempuan


“Monolog 3 Perempuan” merupakan gabungan fragmen dari beberapa karya sastra Indonesia yang mengetengahkan perempuan sebagai tokoh sentral yang membangun cerita. Karya sastra tersebut adalah “Bumi Manusia” karya Pramoedya Ananta Toer, “Ronggeng Dukuh Paruk” karya Ahmad Tohari dan “Nayla” karya Djenar Maesa Ayu.

Dalam karya sastra tersebut, dikisahkan karena menjadi seorang perempuan, maka mereka harus mengalami peristiwa yang hanya mungkin dialami oleh perempuan. Fragmen-fragmen tersebut berkelindan menjalin sebuah cerita tentang pemaknaan identitas menjadi perempuan melalui karya sastra. Menariknya, dalam “Monolog 3 Perempuan” kali ini, diambil sudut pandang berbeda dalam cerita yang masih jarang digali dan dikisahkan.

Peristiwa dalam fragmen “Bumi Manusia diceritakan melalui mata seorang Annelies, anak dari Nyai Ontosoroh.

Fragmen “Ronggeng Dukuh Paruk” akan mengetengahkan sosok Nyai Kertareja, antagonis yang menjadi ‘Germo’ bagi Srintil, penari yang menjadi tokoh utama novel ini.

Fragmen terakhir mengetengahkan Nayla yang merupakan korban kekerasan seksual yang dialami sejak dini di rumahnya sendiri.

Diperankan oleh Olga Lydia sebagai Anneliesse, Maera Panigoro sebagai Nyai Kertareja dan Ine Febriyanti sebagai Nayla.