Titimangsa

Aku Perempuan


Berangkat dari ihwal itulah sejumlah perempuan akan bermonolog. Mereka akan mengisahkan biografi Aku dalam dirinya dengan segenap konflik akibat tegangan relasi antara ruang domestik dan ruang publik. Dengan karir yang beragam (mulai dari pengusaha, artis, pedagang, pelatih pilot, karyawan, PNS, hingga buruh pabrik), mereka akan mengisahkan Aku dalam dirinya. Aku dengan biografi tubuh, pikiran, dan perenungannya sebagai perempuan di ruang domestik dengan berbagai konflik.

Di situ lewat berbagai konflik dalam biografi mereka di ruang domestik dan di ruang publik, akan mengemuka apa dan bagaimana sesungguhnya menjadi perempuan itu; apa dan bagaimana sesungguhnya ia memaknai karir di ruang publik; apa dan bagaimana sesungguhnya ia memaknai tubuhnya sebagai seorang ibu; dan bagaimana ia memaknai kehadiran lelaki yang menjadi pasangannya. Dan ujungnya adalah apa dan bagaimana Aku sebagai perempuan, seperti judul monolog ini: Aku Perempuan

Pertunjukan monolog ini membawa audiens pada berbagai permasalahan yang tetap aktual hingga kini. Dimensi konflik dan permenungan kaum perempuan; ketertindasan, perlawanan, dan pergulatannya menjadi Aku yang dibentuk dan dipengaruhi oleh realitas sosial-budayanya. Audiens juga akan diajak meresapi kegelisahan kaum perempuan sebagai sebuah kontemplasi ke dalam diri; bahwa seseorang tidaklah lahir sebagai perempuan tapi terpilih sebagai perempuan.

Aku yang terpilih menjadi perempuan adalah benang merah yang akan menyatukan seluruh monolog para perempuan—sekaligus inilah inti dari pertunjukan “Aku Perempuan”. Sebagaimana Adam dan Hawa yang terpilih menjadi manusia, demikian pula manusia yang terpilih menjadi perempuan.